Bentuk Kalimat Berdasarkan Keluasan Kalimat Dasarnya

sentence8 image

1. Kalimat Dasar

Kalimat dasar adalah kalimat yang menjadi dasar untuk membangun kalimat luas, baik kalimat luas tunggal maupun kalimat luas majemuk.

Kalimat dasar memiliki dua macam pola, yaitu:

 

a. Pola berdasarkan jabatan kata.

Jabatan kata yang dijadikan komponen dasar adalah subyek, predikat, obyek pelengkap.

Berdasarkan jabatan kata, kalimat dasar berpola:

1) S + P

Contoh: Kucing mengeong.

2) S + P + O

Contoh: Adik mengayuh sepeda.

3) S + P + Pel

Contoh: Aku merasa dingin

4) S + P + O1 + O2

Contoh: Ibu membeli buah dan sayur.

 

b. Pola berdasarkan kategori kata

Berdasarkan kategori kata, terdapat lima pola, yaitu:

1) KB + KB (kata benda + kata benda)

Contoh: Bunga itu / tanaman merambat.

2) KB + KK (kata benda + kata kerja)

Contoh: Tangannya / terluka.

3) KB + KS (kata benda + kata sifat)

Contoh: Bunganya / indah.

4) KB + KBil (kata benda + kata bilangan)

Contoh: Tingginya / 175 cm.

5) KB + KD (kata benda + kata depan)

Contoh: paket ini / untuk kami.

 

2. Kalimat Inti

Kalimat inti adalah kalimat yang hanya didukung oleh unsure inti kalimat, yaitu subyek dan predikat.

Contoh: Bayi / menangis.

 

3. Kalimat Luas

Kalimat luas adalah hasil perluasan kalimat dasar.

Contoh:

KD: Adik pulang (S + P)

KL: Nanti adik pulang (K + S + P).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s