Kalimat Bersusun atau Kalimat Kompleks

sentence12 image

Kalimat bersusun atau kalimat kompleks merupakan hasil perluasan kalimat tunggal yang memunculkan pola kalimat baru. Sehingga kalimat tunggal berubah menjadi kalimat yang terdiri dari dua klausa atau lebih, yaitu klausa inti dan klausa bawahan.

Klausa inti/klausa bebas adalah klausa yang berasal dari kalimat tunggal. Sedang klausa bawahan/klausa terikat adalah klausa yang mendukung klausa inti/klausa bebas.

Contoh:

KT: Murid / bermain (S + P)

KK: Ketika bel istirahat / berbunyi / murid / bermain (K1 : S1 + P1) + (S + P)

 

Klausa inti dan klausa bawahan dalam kalimat kompleks dihubungan oleh konjungsi (kata penghubung). Konjungsi yang digunakan adalah subordinatif, yang berjenis sebagai berikut:

1. Konjungsi makna waktu

Contoh: Kami berangkat, setelah dia selesai bekerja.

2. Konjungsi makna tempat

Contoh: Kampus tempat dia kuliah, tak jauh dari rumahku.

3. Konjungsi makna tujuan

Contoh: Dia rajin berolahraga, agar tubuhnya bugar.

4. Konjungsi makna sebab

Contoh: Adik menangis karena mainannya hilang.

5. Konjungsi makna akibat

Contoh: Dia kelelahan, hingga tak sanggup berjalan jauh.

6. Konjungsi makna perbandingan

Contoh: Hubungan mereka bagai kucing dengan anjing.

7. Konjungsi makna cara

Contoh: Kita mendapat banyak pengetahuan dengan membaca buku ini.

8. Konjungsi makna maksud

Contoh: Semua murid belum tahu bahwa besok sekolah diliburkan.

9. Konjungsi makna syarat

Contoh: Dia akan mentraktir makan, jika lulus ujian.

10. Konjungsi makna tak bersyarat

Contoh: Dia tetap pergi bekerja, walaupun hujan turun dengan derasnya.

11. Konjungsi makna penegasan

Contoh: Jangankan pulang kampung, menelepon ibunya pun tak pernah.

12. Konjungsi makna pengecualian

Contoh: Dia tidak akan datang, kecuali kalau kau menjemputnya.

13. Konjungsi makna penyangkalan

Contoh: Perempuan itu bukan kakaknya, melainkan ibunya.

14. Konjungsi makna penjelas

Contoh: Dia yang memulai perkelahian.

 

Klausa bawahan/klausa terikat tidak hanya mendukung fungsi keterangan. Klausa bawhan juga memiliki fungsi lain, yaitu:

1. Klausa bawahan pendukung subyek

Contoh: Dimusnahkan // barang bukti /yang disita / kejaksaan (P1) + (S1 : S2 + P2 + K2)

2. Klausa bawahan pendukung predikat

Contoh: Sejatinya // janji / harus ditepati (S1) + (P1 : S2 + P2)

3. Klausa bawahan pendukung obyek

Contoh:Ayah / memberitahukan // bahwa gajinya / dinaikkan (S1) + (P1) + (O1 : S2 + P2)

4. Klausa bawahan pendukung pelengkap

Contoh: Kita / harus percaya // bahwa cobaan / akan berakhir (S1) + (P1) + (Pel1 : S2 + P2)

5. Klausa bawahan pendukung keterangan

Contoh: Dia / datang // ketika kami / pergi (S1) + (P1) + (K1 : S2 +P2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s