Kalimat Efektif

sentence16 image

Kalimat efektif adalah kalimat yang menyatakan informasi secara tajam dengan bentuk pengungkapan yang menarik. Intinya, kalimat yang mengkonsentrasikan pada maksud, tanpa mengabaikan kaidah tata bahasa dan keindahannya.

Dalam penggunaan sehari-hari, kalimat efektif terindikasi dalam dua bidang, yaitu:

1. Gramatika.

a. Pemilihan kata (diksi)

Pemilihan kata berperan penting. Sebaiknya, pilihlah kata-kata yang berkonotasi positif dan formal, terlepas kalimat tersebut akan digunakan untuk konteks apapun.

Contoh:

Mereka mempunyai lembaga pendamping untuk para gelandangan dan pelacur.

Mereka memiliki lembaga pendamping untuk para tunawisma dan tunasusila.

Dua kalimat yang punya arti sama, hanya berbeda diksi. Kalimat kedua terasa lebih ‘halus’ dibanding kalimat pertama.

b. Kesejalanan bentuk

Kalimat efektif sebaiknya tidak kaku, sehingga informasi tersampaikan dengan baik dan jelas.

Contoh:

Makanan di restoran ini enak, tidak mahal.

Makanan di restoran ini enak dan tidak mahal.

Dua kalimat yang relative sama. Penambahan kata dan, membuat kalimat kedua tidak kaku dibandingkan kalimat pertama.

c. Ketepatan konjungsi

Penggunaan kata penghubung yang tepat, akan mengefektifkan sebuah kalimat.

Contoh:

Karena adik yang terus merengek, menjadikan ayah luluh hatinya.

Adik yang terus merengek, membuat ayah luluh hatinya.

Karena adik yang terus merengek, ayah luluh hatinya.

Kalimat pertama dirasa kurang nyaman dibandingkan kalimat kedua dan ketiga, hanya dengan menghilangkan dan atau mengganti kata penghubungnya.

d. Repetisi

Repetisi atau pengulangan dalam kalimat, biasa digunakan untuk peyakinan, penegasan dan pengkonsentrasian maksud. Namun terkadang, repetisi membuat kalimat menjadi tidak efektif.

Contoh:

Hewan di tempat ini sungguh banyak dan lengkap. Ada hewan yang hidup di air, hewan yang hidup di darat dan hewan yang hidup di udara.

Hewan di tempat ini sungguh banyak dan lengkap. Ada hewan yang hidup di air, darat dan udara.

Dua kalimat di atas punya maksud yang sama. Hanya dengan menghilangkan repetisi di kalimat pertama, membuat kalimat kedua lebih efektif.

e. Elipsis

Elipsis adalah gejala peniadaan unsur bahasa, baik kata maupun bentuk satuan lain yang wujud awalnya dapat diramalkan berdasarkan konteks bahasa atau konteks di luar bahasa. Bisa dikatakan, ellipsis adalah penghilangan repetisi yang tidak diperlukan dalam kalimat, sehingga menjadi efektif.

Contoh:

Adik membeli baju seragam. Adik membeli tas sekolah. Adik juga membeli buku pelajaran.

Adik membeli baju seragam, tas sekolah dan buku pelajaran.

f. Kemerduan bunyi

Kalimat efektif tak lepas dari sisi estetika. Kalimat yang diksinya berima, akan terasa lebih nyaman dan indah.

Contoh:

Kita yang pertama. Kita yang jadi juara.

Kita yang pertama dan jadi juara.

g. Parafrasa

Parafrasa adalah bentuk informasi yang lebih terurai dibandingkan bentuk asalnya, dengan maksud yang sama.

Contoh:

Pulau dewata sedang menjadi sorotan dunia saat ini.

Pulau dewata parafrasa lazim untuk pulau Bali.

h. Variasi susunan fungtor

Fungtor adalah bagian kalimat yang mendukung fungsi tertentu (subyek, predikat, obyek, keterangan atau pelengkap). Demi keefektifan, kalimat tidak selalu tersusun S + P + O + K. Susunan fungtor yang bervariasi tidak akan membuat kalimat terkesan kaku.

Contoh:

Dengan secangkir kopi, dia memulai pagi ini. (K + S + P + K)

i. Variasi panjang-pendek kalimat

Keefektifan kalimat juga bergantung pada kombinasi panjang-pendeknya kalimat.

Contoh:

Aku membencinya. Tapi aku juga mencintainya. Kau benar, aku serupa hipokrit. Tapi apa mau dikata, inilah aku.

Deretan di atas terdiri dari kalimat pendek dan panjang, yang terangkai sehingga informasi keseluruhan tersampaikan

 

2. Sosiolinguistik.

a. Penggunaan peribahasa dan ungkapan

Penggunaan peribahasa dan atau ungkapan dalam kalimat, sehingga menjadikannya efektif.

Contoh:

Kukira dia sahabat sejati. Nyatanya musuh dalam selimut.

Musuh dalam selimut adalah ungkapan untuk orang yang bermanis muka namun sebenarnya adalah musuh yang berbahaya. Penggunaan yang tepat, membuat kalimat menjadi tersampaikan informasinya tanpa kehilangan keefektifan.

b. Penggunaan kata-kata kiasan

Kiasan berbeda dengan ungkapan. Ungkapan bersifat tradisional yang diturunkan. Sedang kiasan tidak ditradisikan, bahkan cenderung mengikuti trend yang sedang berlaku.

Contoh:

Dia hidup di dunia maya dan nyata.

Dunia maya adalah kiasan untuk dunia internet.

c. Penggunaan slogan

Slogan adalah kalimat pendek yang menarik untuk mengutarakan maksud (nasihat, pegangan hidup, pemberi semangat, dll).Slogan bisa dikategorikan ungkapan, karena diturunkan ke generasi berikutnya.

Contoh:

Rajin pangkal pandai.

d. Penggunaan alih bahasa

Alih bahasa adalah pergantian atau variasi dari satu bahasa ke bahasa lain untuk memperjelas atau memperkuat pernyataan.

Contoh:

Dalam membesarkan anak-anak, dia tut wuri handayani saja.

2 thoughts on “Kalimat Efektif

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s