Malam Pertama

jasmine flowers

20.00.

Belum terlalu malam, tapi aku sudah berada dalam kamarku. Kamar yang kali ini lebih bersih dan harum dari biasanya. Entah tangan siapa yang membuatnya jadi seperti ini, tapi aku suka.

Belasan kuntum melati berkumpul dalam mangkuk putih kecil di atas meja rias. Ah, ini dia sumber harumnya.  Aku duduk di kursi depan cermin dan mulai menciumi wangi melati yang menguar.

Sayup kudengar suara ramai di ruang depan. Sepertinya tetamu mulai undur diri. Teman dan kerabat tersayang, berkenan meluangkan waktu memberi doa dan perhatian. Aku tersenyum penuh terima kasih. Semoga kebaikan mereka mendapat balasan berlipat-lipat.

Aku masih menghirup wangi melati, ketika pintu kamar terbuka. Seorang wanita paruh baya berdiri di ambangnya. Wajah lelah kuyu. Dia berjalan masuk lalu duduk di tepi ranjang. Mengambil foto berbingkai di atas meja nakas. Memandangi, mengelus, lalu mendekapnya. Bulir air mata mulai nampak, ketika seorang wanita muda datang menghampiri.

“Mama, makan dulu, yuk. Mumpung tamu pengajian sudah pulang semua,” ajaknya dibalas gelengan.

“Mama belum makan. Nanti sakit,” rayunya lagi.

“Mama kangen kakak. Ini malam pertama kakak…” suaranya parau. Perempuan muda itu memeluknya.

“Kakak baik-baik saja, Ma. Kakak sudah senang dan tenang. Sekarang, makan dulu ya, Ma.”

Perlahan mereka berdua beranjak pergi.

Meninggalkanku.

Duduk sendiri di kursi depan meja rias, yang cerminnya tak memantulkan sosokku.

“Mama, kakak juga rindu…” ujarku lirih.

6 thoughts on “Malam Pertama

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s