Terbaik

image

Aku berdiri geming. Di depanku terbentang jalan setapak dengan pagar di sisi kanan kirinya. Entah sudah berapa lama aku tak menginjakkan kaki di salah satu puncak gunung ini. Halimun samar mengaburkan ujungnya. Jalan yang akan membawaku ke akhir sebuah petualangan panjang.
Menarik beberapa napas dalam, aku melangkahkan kaki dengan mantap.
                                                  *
Aku telah sampai di ujung jalan setapak. Berada di sebuah kastil kuno nan megah. Dan Ratu berkenan menerimaku saat itu juga.
“Jadi, setelah sekian lama, kau sudah menemukannya?” suara Sang Ratu yang anggun namun berwibawa memenuhi balairung.
“Benar, Ratu. Hamba telah menemukannya,” jawabku takzim.
“Yang terbaik?” Ratu kembali bertanya.
“Benar, Ratu. Yang terbaik,” aku berusaha meyakinkan.
“Tunjukkan padaku,” Sang Ratu bertitah.
Aku maju mendekati meja yang telah disediakan. Mengeluarkan beberapa kantong kecil dari tas punggung, lalu memindahkan isinya ke dalam pinggan porselen di atas meja. Serbuk aneka bentuk, rupa dan warna bercampur, tampak tertangkap mata.
Mengambil tongkat dari dalam saku, aku lalu mengetukkannya ke pinggan sebanyak tiga kali. Serbuk-serbuk berputar di dalamnya, semakin cepat hingga bagai pusaran angin. Tak lama, putaran melambat dan serbuk-serbuk telah berubah bentuk.
Aku memegang pinggan dengan kedua telapak tangan, lalu membawanya ke hadapan Ratu.
“Jadi ini yang terbaik?” Ratu menatap pinggan yang kubawa.
“Benar, Ratu. Terbaik dan terlezat yang ada di muka bumi. Hamba persembahkan rendang dari Indonesia.”

17 thoughts on “Terbaik

  1. dari serbuk menjadi rendang? kalo si ‘aku’ itu sedemikian saktinya kenapa nggak ‘menyulap’ langsung sepiring rendang? kenapa harus dari serbuk ini-itu?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s