Sucuplik Percakapan

image

“Tanya, dong. Kecoak manfaatnya apa?”
“Kenapa tiba-tiba tanya kayak gitu?”
“Penasaran aja, sih. Hewan lain kayaknya ada manfaatnya. Paling tidak buat manusia. Dikonsumsi, misalnya. Kalau kecoak? Sepertinya selalu dibasmi, deh.”
“Kecoak itu binatang tangguh. Nggak gampang dibunuh. Udah disemprot obat serangga, ditimpuk pakai sandal, tetap bertahan hidup, walaupun udah sekarat sekalipun.”
“Iya. Bener, sih.”
“Paling nggak itu bisa jadi teladan buat manusia.”
“Teladan?”
“Iya, dong. Manusia itu kadang mudah menyerah. Dapat masalah sedikit, galau. Ada rintangan sedikit, down. Ada aral kecil, menyerah. Survive, dong. Malu sama kecoak.”
“Iya, ih! Kecoak yang katanya hewan nggak bermanfaat ternyata punya fungsi filosofis yg dalam, yah.”
“Itu dia! Semua mahluk pasti berguna buat yang lain.”
“Aku pikir kecoak itu binatang paling grogi sedunia.”
“Hah?! Paling grogi?”
“Iya. Kalau ketemu manusia, kecoak yang ketakutan bukannya lari menjauh, tapi justru mendekati kaki manusia. Apa bukan gara-gara grogi, tuh?”
“Hahaha! Iya juga sih. Salah tingkah gitu, yah. Hahaha!”
Tiba-tiba muncul seekor kecoak terbang di atas kepala mereka.
“Awas kecoak!!!”
“Errr…. Kamu kenapa sembunyi di bawah meja? Kecoaknya sedang ke situ.”
“Aaaakkk!”
“Yeee! Malah naik ke kursi…”
“Sorry. Aku katsaridaphobic…”
“Apa itu?”
“Takut sama kecoak.”
“…..”

Iklan