Cerbung Bulanan I

Melanjutkan cerita dari Angghie dan Bella

Duh!
Perempuan muda yang duduk di sana berkaca-kaca. Aku tak tahan melihatnya. Madam, mengapa kau tanyakan sesuatu yang membuatnya bersedih?
“Hans… Dia…”
Kalimatnya bergetar. Pun cangkir teh rosella yang telah diletakkan di tatakan. Andai saja aku bisa memeluknya untuk memberikan secuil kekuatan.
“Hans sudah tidak ada, Madam…”
Kali ini Madam terlihat bingung. Sama sepertiku, sebenarnya. Tidak ada? Berpisahkah kalian? Atau…
“Hans sudah berpulang, Madam. Dua tahun lalu…”
Aku terkejut. Hans? Berpulang? Dua tahun lalu? Bagaimana? Di mana? Ah… terlalu banyak pertanyaan lalu lalang.
“Kecelakaan, Madam. Sepulang kerja. Bukan salahnya. Namun ulah pengemudi dalam pengaruh minuman keras…”
Hellena seperti mampu membaca pertanyaanku. Madam terlihat menggenggam tangan Hellena. Sepertinya air mata sudah menemukan jalan pelepasannya. Ah… dukaku untukmu, perempuan muda.
“Itulah mengapa saya lama tak datang ke sini. Tempat ini kesayangan Hans. Banyak sekali kenangan tentangnya di sini. Dan hari ini, saya ingin berdamai dengan masa lalu. Berdamai dengan kenangan tentang Hans…”
Oh…Hellena. Aku tak tahu harus berkata apa. Adakah yang lebih menyayat jiwa selain kehilangan yang kita sayangi? Semoga Tuhan dan semesta menguatkanmu.
“TING!!!”
Madam dan Hellena sontak menoleh ke arah pintu. Ah, siapa yang datang sebenarnya, sampai aku tak sadar berdenting sekeras itu?
Duh!

Cerita dilanjutkan oleh Lala

8 thoughts on “Cerbung Bulanan I

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s