Saat Terakhir

image

Keringatku tak hanya terbit, tapi mengalir kemana-mana. Selalu seperti ini. Penyakit yang telah masuk tingkat keparahan tertinggi, benar-benar mengurasku lahir batin. Aku sudah berubah menjadi orang yang berbeda. Di dalam, juga luarnya.
“Ganti baju dulu. Bajumu basah gara-gara keringat.”
Suara Ibu membuyarkan lamunanku. Dia membawa kaus katun berwarna biru muda. Aku menggeleng.
“Tolong ambilkan daster batik yang hijau, Bu. Aku mau pakai yang itu saja.”
Ibu sempat terdiam sejenak, kemudian menukar kaus dengan daster batik. Dia membantuku yang sudah terlalu payah menopang tubuh sendiri.
Selesai. Aku kembali berbaring dengan daster batik berpewangi pakaian kesukaanku. Ibu membawa pergi piring dan segala perlengkapan makanku ke dapur. Aku mencelos. Perempuan itu yang seharusnya kurawat, bukan sebaliknya. Penyakit sialan ini sudah menggerogotiku. Badanku tinggal tulang berbalut kulit. Jiwaku sudah sekosong kepala dan buku tabunganku. Belum lagi celoteh orang di luar sana. Ibu pasti malu memiliki anak sepertiku.
Ibu muncul kembali di ambang pintu dengan segelas air dan warna warni obat ditangannya.
“Minum obatnya, Nak..”
Aku menggeleng.
“Ibu, aku mau bicara…”
Ibu meletakkan gelas dan obat di meja nakas dan mulai mendengarkanku.
“Ibu… Aku minta maaf…”
Keningnya berkerut.
“Aku tahu, aku bukan anak yang bisa Ibu banggakan. Aku sudah membuat susah dan malu. Tapi Ibu tetap ada di sampingku…”
Matanya berkaca-kaca.
“Aku minta maaf, untuk semua yang telah aku lakukan. Terlalu banyak, sampai aku tak sanggup menghitungnya. Terima kasih, Bu. Ibu masih sudi jadi Ibuku…”
Air matanya tumpah. Pun demikian denganku.
“Kalau boleh, aku ingin pesan satu hal pada Ibu…”
“Apa itu, Nak?”
“Kalau nanti sampai akhir umurku…”
“Jangan berkata seperti itu!”
Aku menggeleng.
“Aku harus mengatakannya, Bu. Harus.”
Ibu kembali menyimak.
“Kalau sampai akhir umurku, tolong aku dimakamkan sebagai seorang laki-laki, Bu…”
Air matanya menderas.
“Satrio, anakku…”

4 thoughts on “Saat Terakhir

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s