Kepada Pipi Merah Jambu

image

Apa kabar kamu?
Aku tak pernah tahu namamu. Hanya karena tak ada secuil nyali untuk memperkenalkan diri. Dan kini, aku meruntuki diri, menyesal tiada henti.
Duhai pipi merah jambu.
Melihatmu muncul tiba-tiba beberapa pekan lalu di suatu pagi, membuatku berubah menjadi seorang pujangga. Segala keindahan ada padamu. Tak ternafikan oleh apapun.
Pipi merah jambu,
Kamu lalu muncul setiap waktu. Di depan mataku. Pun di hatiku. Alihkan segala nestapa yang menaungi, juga pedih yang memerih. Ah, aku tak ingin merayu. Hanya tak sanggup menorehkan keelokanmu.
Kamu, si pipi merah jambu.
Entah mengapa tiba-tiba ditelan bumi. Hilang tak berjejak. Aku menunggu, pun mencari. Namun, tak terendus setapakmu. Kamu di mana? Bawa aku serta. Jangan hanya hatiku yang kamu bawa pergi. Jadilah pipi merah jambuku.
Sudikah?

Dari aku,
Tukang ojek berjaket ungu tak jauh dari sebuah minimarket.