Hilang

image

Seorang laki-laki muda tampak tergesa memasuki pos polisi di terminal bis.
“Selamat siang, Pak polisi…”
“Selamat siang. Silakan duduk, Pak.”
“Terima kasih,” laki-laki itu duduk. Wajahnya terlihat gusar.
“Ada yang bisa saya bantu?” tanya polisi.
“Saya mau lapor, Pak. Dompet saya hilang,” wajah laki-laki itu bersimbah peluh.
“Baiklah. Bisa diceritakan bagaimana kejadiannya?” lanjut polisi sembari mencatat laporan si lelaki.
“Begini, Pak. Saya kecopetan. Baru sadar ketika akan membayar minuman di toko yang ada di ruang tunggu terminal, ternyata dompet saya sudah tidak ada. Biasanya saya simpan di saku belakang kiri celana. Saya curiga, diambil orang yang menabrak saya ketika keluar dari toilet,” detilnya.
“Apa saja yang ada di dalam dompet, Pak?” lanjut polisi masih sambil mencatat.
“KTP, SIM C, kartu jamkesmas, uang yang jumlah persisnya saya tidak tahu. Mungkin sekitar 500 ribu. Yang terpenting ada foto anak saya, Pak,” suara laki-laki itu berubah sendu.
“Foto?” polisi itu memandang si pelapor.
“Iya, Pak polisi. Foto terakhir almarhum anak saya. Meninggal subuh tadi karena demam berdarah. Ini saya mau pulang kampung untuk memakamkan anak saya…” nadanya semakin berat.
Polisi itu hanya bisa terdiam sambil menatap mata laki-laki muda di hadapannya. Tiba-tiba terbayang riang dua anaknya yang sehat ceria di rumah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s