Keris Luk 5

image

“Mas, cariin keris luk 5, dong…”
Pras hampir tersedak teh yang sedang diminumnya.
“Gimana? Keris? Buat apa? Luk 5 itu apa?” kerut menghiasi keningnya.
“Luk itu lekuk yang ada di keris, Mas. Luk 5 berarti keris dengan lekuk berjumlah 5. Nggak buat apa-apa, sih. Ini keinginan anak kita,” Sinta mengelus perutnya yang belum kelihatan membesar.
Duh, Gusti. Mereka memang begitu menantikan kehadiran si kecil sejak tahun pertama menikah. Setelah bertahun, akhirnya kabar bahagia itu singgah di rumah mungil ini. Tapi, ngidam macam apa ini? Kenapa bukan rendang asli Sumatra Barat? Atau ingin kerak telor di PRJ. Atau papeda dari Maluku. Kenapa harus…apa tadi? Keris luk 5?
“Kerisnya jangan yang besar, Mas. Kecil aja. Panjangnya nggak lebih dari telapak tangan, gitu,” detil Sinta.
Pras bengong.
◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇
“Ada spesifikasi lain? Dapur? Pamor? Warangka? Atau yang lain?” tanya Bowo. Pras melongo.
“Apa itu, Wo? Pake spesifikasi? Kayak mau beli gadget,” tanya Pras disambut bahak Bowo.
“Panjang kalo dijelasin satu-satu. Mending googling aja. Lebih detil penjelasannya. Jadi, nggak ada permintaan khusus yang lain?” suara Bowo jelas terdengar tanpa gangguan.
“Nggak ada, Wo. Mintanya cuma keris luk 5. Panjangnya ga lebih dari telapak tangan,” Pras mengulangi permintaan Sinta.
“Sip.”
Pembicaraan via ponsel itu pun berakhir.
◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇
Pras dan Sinta duduk di ruang tamu. Bungkusan kecil di meja sudah terbuka. Keris luk 5 tak lebih dari telapak tangan sedang mereka amati bersama.
“Bagus ya, Mas…” ujar Sinta mengagumi.
“Iya…” Pras bergumam. Belum pernah dia melihat keris semungil ini.
Perlahan Sinta mengambil keris lalu membawanya ke kamar tidur.
“Mau diapakan keris itu?” tanya Pras penasaran sambil menekor Sinta.
Sinta tak menjawab. Dia duduk di sisi tempat tidurnya. Lalu meletakkan keris luk 5 di bawah bantal yang biasa dipakainya.
“Keris ini akan menjagaku dan anak kita, Mas…” ujar Sinta lalu membaringkan diri perlahan.
Pras termangu. Masih bingung dengan semuanya. Tak adakah penjelasan logis yang bisa membuatnya mengerti? Menjaga Sinta dan calon anak mereka? Bagaimana caranya? Atau ini hanya bagian dari keabsurdan ibu yang sedang hamil muda?
Pras membaringkan tubuhnya di tempat tidur, masih dengan kepala penuh tanda tanya.

#30HariMenulisAngka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s