7 Kurcaci

image

“Sebenarnya siapa dia?” Grumpy geram sambil menunjuk sosok manusia yang tidur di ranjang mereka. “Manusia tak tahu diri! Sudah masuk tanpa permisi, makan dan minum semaunya, sekarang tidur seenaknya.”
“Iya. Hooaaaahhhm…padahal aku ngantuk sekali. Capek kerja seharian,” Sleepy menguap lebar.
“Tapi sepertinya dia manusia baik-baik. Wajahnya tampak cantik dari samping sini,” Bashful takut-takut mengamati dari dekat.
“Jadi, bagaimana sekarang?” Dopey bertanya.
“Haaatssiii! Duh! Aku selalu begini setiap ada yang baru di rumah kita,” Sneezy membersihkan hidungnya.
“Tuh! Sneezy saja sudah terganggu. Manusia ini harus diusir secepatnya!” Grumpy gusar.
“Begini…” Doc buka suara. “Bagaimana kalau kita tunggu sampai dia bangun? Sepertinya dia lelah sekali. Tidak mungkin ada manusia yang sanggup masuk ke hutan sampai sejauh ini. Pasti ada sesuatu yang terjadi.”
“Aku lapar…” Dopey memegang perutnya.
“Ini, Dopey. Aku punya beberapa butir apel. Kita makan bersama-sama,” Happy membongkar tasnya.
Tiba-tiba, deretan tujuh ranjang yang ditiduri sosok manusia berderit. Ketujuh kurcaci terperanjat. Manusia yang mereka perbincangkan bangun dari tidur, lalu terduduk. Menguap lebar. Lalu terbelalak lebar ketika sadar, ketika melihat tujuh sosok mungil di hadapannya.
“Aduh, cyiiiin! Kaget deh eike! Yey luncang-luncang yah, neeeek! Sindang…sindang…duduk deket akika…,” ujarnya centil.
Ketujuh kurcaci bengong.

#30HariMenulisAngka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s