2014

image

Awal Tahun…
“Itu target. Resolusi tahun 2014. Lulus kuliah. Amin,” seru Aimee di awal tahun. Teman-temannya ikut mengamini, lalu menjabat tangan tanda semangat.
“Target sih target, Ai. Skripsi lo emang udah nyampe mana?” Diana ‘mendaratkan’ kembali ke bumi.
“Emm…belom nyampe mana-mana, sih. Baru proposal…” Aimee manyun. Semangatnya yang menggebu-gebu menyublim seketika.
“Mending bikin target jangka pendeknya, Ai. Proposal berapa lama? Bab satu ampe kapan? Bab 2? Bab 3? Jadi jelas targetnya,” saran Dewi.
“Iya, Ai. Biar nggak stress. Ini dari pengalamanku, sih,” tambah Diana.
“Oke. Gue bakal bikin detilnya. Niat baik pasti ada jalan, kan?” mata Aimee kembali berbinar.

Awal Bulan September…
“Gimana, Ai?” Dewi penasaran. Aimee terlihat lusuh.
“Masih harus revisi lagi. Duh, padahal targetku ikut wisuda akhir tahun ini. Berarti, akhir September harus udah sidang,” Aimee menghempaskan diri di kursi.
“Sabar… Revisinya redaksional, kan? Nggak pake lama, Ai. Nanti kita bantu deh,” Diana menyodorkan minuman dingin dalam botol. Aimee tersenyum pada dua temannya.

Seminggu sebelum September berakhir…
“Gimana, Ai?” Dewi dan Diana sontak berdiri dari kursi. Aimee keluar ruang sidang dengan berurai air mata.
“Lo…lulus, kan?” tanya Dewi. Aimee mengangguk kencang. Tak ayal tiga perempuan itu saling berpelukan dalam berisik.
“Selamat, Ai. Akhirnyaaa…” Diana mengacak-acak rambut Aimee.
“Tinggal yudisium dan wisuda,” Aimee nyengir.
“Semangat!” mereka kembali berisik.

Awal bulan Oktober…
“Tumben ngumpul pake woro-woro penting. Ada masalah, Ai?” Dewi penasaran. Aimee terlihat tegang.
“Sabtu nanti Leon sama keluarganya mau ke rumah…” suara Aimee lirih. Dewi dan Diana saling bertatapan.
“Bentar. Keluarganya Leon mau ke rumah? Leon mau lamar elo, Ai?” tebak Diana. Aimee mengangguk kecil, disambut jeritan dan pelukan dua temannya.
“Selamat, Ai. Duh, kirain ada yang darurat apa gitu. Ini sih kabar gembira hihihi,” seru Dewi. Aimee nyengir.
“Lo nggak usah tegang. Woles aja,” goda Diana.
“Bukan soal lamaran. Masalahnya…” tampang Aimee masih kusut.
“Apaan?” Dewi tak sabaran.
“Leon minta nikah akhir tahun ini,” Aimee cemberut. Dewi dan Diana terbelalak, lalu terbahak.
“Dih! Kok malah pada ngakak, sih!” protes Aimee.
“Ai, di mana masalahnya? Enggak ada, kan? Lo sama Leon udah lama pacaran. Leon lamar lo setelah kelar sidang skripsi. Dia niat nikahin lo akhir tahun ini. Dinikahi pacar secara baik-baik, kok malah manyun. Aneh…” repet Dewi.
“Iya yah…” Aimee manggut-manggut.
“Leon tuh cowok bener. Dia punya niat baik ke lo. Udah, lo nggak usah ribet. Emang udah garis tangan lo musti gini. Ini namanya combo. Lulus kuliah plus nikah hehehe,” mereka kembali berisik

#30HariMenulisAngka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s