Sweet 16

image

“Di Amerika, nggak ada sweet 17. Adanya sweet 16.”
Seorang artis blasteran berujar di sebuah tayangan infotainment. Aksen bule dengan wajah lokal, sungguh perpaduan yang eksotis.
“Tuh, Ma. Adanya sweet 16!” seru Dea sambil menunjuk televisi. Si mama melirik. Layar berwarna itu lalu menampilkan berbagai macam event sweet 16 milik pesohor ataupun keluarganya. Aneka rupa tema, lokasi, kuliner, beradu kreasi dan gengsi.
“Aku bikin sweet 16 ya, Ma?” seru Dea.
“Gitu?” si mama bertanya sambil lalu.
“Iya. Tapi mau bikin yang beda,” lanjutnya.
“Beda gimana?”
“Enggak mau bikin pesta. Bikin event charity aja,” kalimat Dea sukses mengalihkan perhatian mama dari adonan kuenya.
“Belum tau sih bakal gimana. Mungkin bikin garage sale atau lelang. Nanti hasilnya disumbangin ke panti asuhan atau panti wreda gitu,” lanjut Dea. “Kayaknya temen-temen bakal banyak yang mau bantu, deh. Pasti seneng banget. Apalagi kalo ada donatur yang mau ikut nyumbang.”
Si mama berkaca-kaca. “Maafin mama yah, De. Kalo papa masih hidup, pasti ulang tahunmu bakal dirayain meriah.”
“Mama, ih! Ini juga bakal meriah kok. Gak perlu pesta buat meriah. Yang penting berkesan dan bermanfaat buat orang banyak,” seru Dea riang.
Aku masih berdiri di sudut ruangan, mengamati mereka.
Ah, anakku sudah dewasa.

#30HariMenulisAngka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s