KM 18

image

17-800.
17-900.
Aku menyalakan lampu tanda menepi ke kiri.
18.
Mobil kuhentikan. Mesin kumatikan. Keluar dari mobil lalu mengambil segitiga pengaman dari bagasi, yang sejurus kemudian memasangnya di belakang. Kunyalakan alarm.
Hatiku berdesir. Mataku memejam. Sepertinya baru semalam, ternyata sudah setahun.
Aku hanya berdiri di depan mobil. Diam. Geming di antara deru lalu lintas yang melaju kencang. Tapi kenapa terasa hening?
Mobil patroli berhenti di depanku. Seorang petugas menghampiri.
“Selamat sore, Bu. Mobilnya mengalami kerusakan?”
Aku tersenyum.
“Tidak, Pak. Maaf. Saya sudah melanggar aturan. Kalau memang harus ditindak, silakan. Tapi saya harus berhenti sebentar di sini.”
“Ibu sakit? Atau mengantuk?”
Aku kembali tersenyum. Petugas itu berkening kerut.
“Setahun lalu saya dan suami mengalami kecelakaan di sini. Di km 18. Saya sampai koma beberapa hari. Suami saya tidak tertolong. Dia meninggal di tempat. Hari ini saya hanya ingin berdoa. Di sini, di TKP kecelakaan kami.”
Petugas itu diam.
“Sudah saya lakukan, Pak. Maaf sudah mengganggu dan melanggar aturan. Saya dan almarhum suami mengucapkan terima kasih.”
Aku tersenyum dan mengangguk sopan, sembari kembali ke mobil. Petugas itu mengantarkanku dengan tatapannya.
Ah, andai kau membawaku pergi bersamamu. Mungkin tak akan sesedih ini…

#30HariMenulisAngka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s