25 Tahun

image

Perempuan setengah baya itu tersipu. Jari manisnya baru saja disemati cincin. Lelaki yang tak kalah tuanya juga senyum-senyum kecil setelah melakukannya. Sebentuk tumpeng di hadapan mereka telah menunggu untuk dipotong. Beberapa anak muda berseru sambil bertepuk tangan memberi semangat.
Keduanya lalu saling berpegangan, menggenggam centong. Memenggal puncak gunung nasi dan melengkapinya dengan lauk dan sayur.
“Ayo saling suap!” seru sebuah suara.
Si perempuan kembali tersipu. Mereka saling suap dengan malu-malu. Layaknya pengantin yang baru menikah, tak lama mereka menerima ucapan selamat dari para tamu undangan, termasuk bupati dan jajarannya.
“Akhirnya ya, Pak. Setelah 25 tahun, kita bisa nikah resmi juga,” ujar si perempuan.
“Iya, Bu. Kalau tidak ada acara nikah masal, sepertinya nggak mungkin,” jawab si lelaki tua.

#30HariMenulisAngka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s