28 hari

image

“Istriku tuh perempuan 28 hari, Na,” Seto buka suara. Alisku terangkat.
“Maksudnya?” aku masih bingung.
“Itu. Siklus bulanannya setiap 28 hari,” jelasnya.
“Oh…” aku menyuapkan nasi beserta telur bumbu rujak ke mulut.
“Emang semua perempuan segitu siklusnya, Na?” tanya Seto lagi. Aku menggeleng.
“Mayoritas, sih. Antara 28-30, gitu. Aku 35,” ku gigit kerupuk udang.
“Hah? 35? Lebih dari sebulan?” Seto menghentikan makannya.
“Iya. Dokter bilang ada faktor genetik juga. Mama juga 35. Paling enak kalo puasa ramadhan, ada kemungkinan bisa puasa full satu bulan penuh hehehe,” aku terkekeh lalu meneguk air mineral.
“Oh gitu,” Seto kembali menekuni makanannya.
“Emang ada masalah sama siklusnya, To?” kali ini sesendok capcay masuk ke mulutku.
“Enggak ada, sih. Biasa aja. Yang nggak kuat cuma satu,” kalimat Seto menggantung.
“Apaan?”
“PMS-nya…”
Aku terbahak. Seto manyun.
“Emang PMS-nya gimana?” aku berhenti tertawa.
“Dia bisa berubah jadi orang yang berbeda. Dikit marah, dikit sedih. Mana nggak jelas penyebabnya. Nggak ada yang bener deh. Semua serba salah jadinya. Udah kayak drama queen aja gitu,” Seto bersungut-sungut.
“Kalo udah gitu, lo biasanya ngapain, To?” aku menyendok nasi berteman empal.
“Diemin aja. Mau gimana lagi. Direspon juga salah, kok. Iyain aja,” masih dengan tampang manyunnya. Aku senyum-senyum.
“Repot, yah. Direspon salah. Didiemin salah juga,” aku menggarisbawahi. Seto mengangguk.
“Kalo lo PMS gimana, Na? Bertahun-tahun sekantor, kayaknya nggak pernah liat lo berubah absurd,” Seto mengunyah nasi hainannya.
“Aku nggak absurd, yah? Masa, sih?” mataku menerawang.
“Paling nggak lo nggak pernah bertingkah aneh tanpa alasan,” tegas Seto. Aku mengangguk-angguk.
“PMS itu kan urusan hormon yang produksinya jungkir balik, To. Reaksi di tiap perempuan bisa beda-beda. Kalo aku biasanya berubah jadi lebih pendiam. Plus nafsu makan naik,” jelasku sambil kembali menyuap nasi.
“Berubah pendiam?” Seto memperhatikan.
“Iya. Kata suamiku, sih. Dia yang suka observasi. Katanya aku nggak secerewet hari-hari biasa. Kayak sekarang, nih. Kalo itunganku bener, sekarang aku lagi PMS. Nggak keliatan, yah,” aku nyengir lalu menggigit kerupuk udang.
“Oo…pantes…” Seto mengangguk-angguk.
“Pantes apaan?”
“Lo dari tadi makan mulu, nggak berhenti. Lagi PMS ternyata hehehe.”
“………..”

#30HariMenulisAngka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s