Penuhi Janji

image

“Janji, yah. Kamu harus ke sini. Ntar aku antar keliling Keukenhof. Kamu pasti jatuh cinta sama tulip.”
Aku tersenyum. Antusias sekali nada suara serta wajahnya. Sudah dua tahun dia menetap di Lisse. Tak hentinya dia merayuku untuk menjenguknya.
“Iya. Aku janji,” jawabku.
Senyumnya mengembang lebar dari telinga kanan ke telinga kiri. Aku sudah berjanji. Kini, tinggal berupaya memenuhi.
Kami berpisah. Logout skype.
                                      *
Aku berdiri. Memandangi sekeliling dengan takjub. Tulip aneka warna ada sejauh mata memandang. Merah, kuning, jingga, putih, hijau, bahkan biru. Dia benar. Aku jatuh cinta.
“Aku sudah di sini. Di Keukenhof Lisse. Aku sudah memenuhi janjiku,” bisikku lirih. Bibirku tersenyum, namun mataku berkaca.
“Harusnya kamu ada di sini, menemaniku,” bulir air mata pertama bergulir, diikuti temannya yang lain.
Andai pesawat yang membawamu tak ditembak jatuh akhir tahun lalu…

2 thoughts on “Penuhi Janji

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s