Sudah tak cinta lagi

image

Gadis kecil itu jongkok di depanku. Matanya menatapku lekat.
“Dea suka mawar?”
Anak kecil itu mengangguk. Oh, namanya Dea. Cantik.
“Tapi kok nggak ada bunganya, Tante?” Dea buka suara.
“Kan baru ditanam minggu lalu. Jadi belum berbunga,” jelas perempuan yang dipanggilnya tante.
“Nanti kalau sudah berbunga, Dea dikasih tau ya, Tante,”
“Oke.”
“Cepat berbunga ya mawar,” Dea mengelus potku sebelum beranjak pergi.
Ah, Dea mencintaiku!
                 *
Dea datang! Dia pasti dapat kabar kalau aku sudah berbunga. Matanya berbinar menatapku.
“Cantik yah, Tante,” ujarnya. Sang tante mengiyakan.
“Mawarnya boleh buat Dea, Tante?” pintanya. Kembali sang tante membolehkan. Aku pun mengiyakan dalam diam.
“ADUH!” Dea memegang jarinya.
“Kenapa, Dea?”
“Kena duri, Tante.”
“Duh, hati-hati. Ayo sini. Diobati dulu jarinya.”
Dea berlalu dengan wajah cemberut menatapku. Aku sedih. Dia meninggalkanku sendiri yang patah menggantung di tangkai. Dea sudah tak cinta lagi padaku.

2 thoughts on “Sudah tak cinta lagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s