Ketemu Manten

image

“Mey, inget Dinda?” aku mengaduk gelas es jeruk.
“Sepupumu yg dulu anak UGM?” Imey menebak.
“Iya. Bulan depan dia nikah, lho,” es jeruk kuseruput. Manisnya sudah pas.
“Oya? Di Jogja? Dapet anak mana?” Imey menoleh ke arahku.
“Iya, di Jogja. Dapet anak Jakarta, temennya waktu kuliah, tapi beda fakultas. Mau ikut?” tawarku.
“Eh? Boleh ikut? Mau, dong. Lagian udah lama nggak ke Jogja,” Imey berseri-seri.
“Boleh dong. Kalo emang mau ikut, keluargaku rencananya berangkat naik kereta api. Abis ini sekalian aja kita cari tiket. Gimana?” tanyaku.
“Setuju!” Imey sepakat.
                        *
“Ini akad nikahnya jam 8?” Imey membenahi rambutnya.
“Iya. Habis itu ada acara panggih manten. Resepsinya nanti siang,” jelasku.
“Waaa…aku penasaran sama pengantinnya. Pasti pangling,” Imey mengambil kipas lipatnya.
“Semalem ngelayap kemana aja? Baru dateng kok udah ngilang. Sampe nggak nongol waktu midodareni,” selidikku.
“Jalan-jalan, dong. Lama nih nggak ke Jogja. Mumpung ada waktu,” Imey cekikikan.
Pembawa acara mengumumkan bahwa pengantin pria telah tiba bersama rombongan. Hadirin dimohon berdiri.
“Manten cowok namanya siapa?” Imey berbisik.
“Reza,” jawabku lirih.
Rombongan memasuki ruangan, menuju meja akad nikah. Perlahan, sosok sang pengantin pria muncul. Imey tiba-tiba menggenggam tanganku.
“Itu…Andri?” Imey menunjuk pengantin berbaju putih gading.
“Andri?” aku bingung.
“Iya. Andri,” tatapan Imey masih lekat. Aku mencari undangan nikah Dinda.
“Reza Andriansyah…” bacaku. Selama ini aku tak tahu nama lengkap Reza. “Kamu kenal, Mey?”
Wajah Imey pias.
“Dia mantanku…”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s