Dilipat, Digulung atau Digantung?

image

Tidak jarang, kita kurang memperhatikan tentang cara menyimpan pakaian. Yang penting bersih, tersimpan rapi, mudah dicari saat akan digunakan, habis perkara. Padahal, tiap jenis kain dan peruntukannya punya cara tersendiri dalam penyimpanannya. Berikut beberapa di antaranya:

Dilipat
1. T-shirt, celana yang dipakai harian, baju sehari-hari berbahan katun, bisa disimpan dengan cara dilipat setelah disetrika. Jangan ditumpuk terlalu tinggi, agar memudahkan ketika akan mengambil.
2. Kaos kaki sebaiknya dilipat, bukan digulung, agar tidak mengubah bentuknya.
3. Pakaian dalam, dilipat rapi, lalu disimpan dalam laci lemari.
4. Handuk dan pakaian berbahan handuk disimpan dengan cara dilipat.
5. Pakaian berbahan rajutan, seperti cardigan dan sweater, dilipat agar seratnya tidak melar.
6. Pakaian berbahan brokat ada baiknya dilipat, bukan digantung.

Digulung
1. Kain tradisional seperti batik, lurik, songket, dll, disimpan dalam keadaan digulung, setelah sebelumnya dilapisi kertas roti untuk menyerap kelembaban dan tidak mengubah bentuk.
2. Dasi digulung, lalu disimpan dalam laci lemari.

Digantung
1. Pakaian resmi seperti setelan jas, gaun, pakaian kerja, dll, digantung dengan menggunakan hanger berbusa serta diberi jarak antara satu dan lainnya agar tidak kusut.
2. Celana dan pakaian berbahan jeans juga bisa digantung.
3. Pashmina, jilbab, dll, digantung agar tidak kusut.

Semoga bermanfaat 🙂

Alergi

image

Alergi adalah kondisi saat kekebalan tubuh menjadi hipersensitif terhadap zat yang dianggapnya sebagai musuh.
Sedangkan zat-zat yang menyebabkan terjadinya alergi disebut alergen, seperti debu, obat, bulu, serbuk, hawa dingin, dll.
Tanda-tanda terjadinya alergi bisa bermacam-macam, umumnya berupa rasa panas, rasa nyeri atau rasa seperti terbakar, dll. Tanda umum yang lebih spesifik untuk alergi yang tergolong ringan seperti hidung berair, bersin-bersin, mata gatal, kulit gatal, kulit berbintik dan atau bengkak, dll. Sedangkan tanda yang lebih spesifik untuk alergi yang tergolong berat antara lain hilang kesadaran, sulit bernapas, sulit menelan, mual atau muntah, kulit sekujur badan bengkak dan memerah, dsb.
Penting untuk mengetahui tubuh kita alergi tehadap zat-zat tertentu. Tindakan preventifnya adalah dengan melakukan tes alergi di laboratorium medis. Hasil tesnya akan menjadi acuan kita agar menghindari alergen yang ‘bermusuhan’ dengan tubuh. Selain itu, kita juga perlu tahu tindakan spesifik yang harus dilakukan bila tanpa sengaja kita bersinggungan langsung dengan zat alergen, seperti menyediakan obat anti alergi yang sesuai, membuat daftar dokter, rumah sakit/klinik yang bisa dihubungi, pun membuat catatan yang sekiranya berguna bagi orang lain bila kita terserang alergi dan dalam keadaan membutuhkan pertolongan pihak lain.
Semoga bermanfaat 🙂

Sunting Menyunting

image

Bahasa kerennya ‘ngedit‘ 🙂
Mungkin ini sudah terlalu membosankan bagi yang suka menulis. Tapi menyunting atau mengedit tulisan kita sendiri hukumnya wajib. Bisa jadi sudah banyak yang memberikan tips tentang sunting menyunting, tapi saya ingin berbagi pengalaman di sini. Berikut detilnya:

1. Jangan pernah menyunting atau mengedit saat tulisan belum benar-benar selesai. JANGAN. Bila ini dilanggar, yang terjadi adalah tulisan kita tidak akan pernah selesai. Silakan coba kalau tidak percaya.

2. Setelah tulisan benar-benar selesai, ada baiknya tidak langsung disunting atau diedit. Endapkan dulu dalam beberapa saat, bisa hari atau bahkan minggu, tergantung panjang dan kompleksnya tulisan. Gunanya, mengistirahatkan pikiran dan perasaan kita setelah menulis. Setelah segar kembali, baru kita mulai proses menyunting.

3. Pastikan kita punya dasar atau acuan dalam menyunting. Seperti Kamus Besar Bahasa Indonesia, aturan baku EYD, buku dan sumber yang menunjang tulisan kita, dll. 

4. Jika dirasa tidak sesuai, jangan ragu untuk menulis ulang. Misal, dalam tulisan fiksi, kita menulis cerita yang menguras emosi. Jika emosi yang diinginkan tidak terasa dalam tulisan, ada baiknya ditulis ulang, mungkin hanya di bagian tertentu, sampai emosi yang diinginkan muncul.

4. Proses menyunting atau mengedit bisa jadi adalah proses terpanjang dan terlama dalam menulis. Kita tidak hanya melakukannya sekali, tapi berkali-kali. Oleh karenanya, lakukan saat pikiran dan perasaan kita sedang baik dan segar.

5. Takut tidak obyektif? Mintalah bantuan pihak lain. Minimal untuk proofreading. Kadang ada detil yang terlewat oleh kita, kan? 

Bagaimana? Sudah siap menyunting tulisan?
Semoga bermanfaat 🙂

Merawat Tas Kulit

image

Awet. Kata yang sering terlintas bila kita ditanya kenapa memilih tas kulit, selain suka model, warna dan lain sebagainya. Tapi, merawatnya bukan perkara mudah, apalagi jika tas tersebut berbahan kulit asli bukan sintetis. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam merawat tas kulit asli.

1. Gunakan kain mikrofiber untuk membersihkan. Kain mikrofiber biasanya digunakan untuk membersihkan kacamata. Jenis kain yang paling cocok digunakan untuk membersihkan tas kulit asli. Jangan menggunakan tissue, seratnya akan tertinggal dan menutupi pori tas.

2. Jangan sampai basah. Tas kulit asli jangan sampai terkena air atau minyak. Bila sampai terjadi, lekas keringkan lalu diangin-anginkan. Jangan dijemur dibawah sinar matahari langsung, karena dapat memudarkan warna pun mengubah bentuk.

3. Membersihkan kotoran. Gunakan baking soda untuk menghilangkan kotorannya. Sekali lagi, jangan menggunakan air, minyak atau bahan-bahan yang terbuat dari dua jenis cairan tersebut. Bila kesulitan, bisa menghubungi tempat yang menawarkan jasa perawatan barang berbahan kulit asli.

4. Simpan tas kulit asli dalam keadaan sempurna. Jangan dilipat dan ditumpuk. Isilah tas dengan kain atau remasan kertas koran agar tas tidak berubah bentuk. Tali tas jangan sampai terlipat. Masukkan tas dalam kantong kain penyimpan, beri sillica gel untuk menjaga kelembabannya.

Semoga berguna 🙂

Kotak P3K

image

Orang bilang ‘sedia payung sebelum hujan’. Salah satunya, menyediakan kotak P3K (pertolongan pertama pada kecelakaan). Umumnya, orang mengenal kotak P3K berisi obat & perlengkapan yang dibutuhkan bila kita terluka. Tapi, apakah hanya itu? Tentu tidak.
Mari kita ketahui obat dan perlengkapan yang seharusnya ada dalam kotak P3K.

1. Arang aktif/norit untuk kasus-kasus keracunan makanan dan minunan.
2. Pereda nyeri (aspirin, ibuprofen, dll).
3. Antasida untuk meredakan nyeri lambung.
4. Antihistamin (krim) untuk mengatasi alergi.
5. Diphenhydramine (oral) untuk mengatasi alergi.
6. Hidrokotison (krim) untuk peradangan.
7. Perlengkapan yang dibutuhkan bila terluka, seperti larutan yodium, perban, kapas, plester, larutan pencuci/pembersih luka, gunting kecil dan lain-lain.
8. Obat-obatan pribadi yang tidak tercantum di atas, seperti obat yang berhubungan dengan kondisi kesehatan tubuh (asma, jantung, tekanan darah tinggi, dll), minyak gosok/angin dan lain sebagainya.

Selain yang tersebut di atas bisa dilengkapi kemudian, seperti obat batuk, obat flu, penambah darah dan lain-lain.
Ada baiknya kotak P3K dilengkapi juga dengan nomor darurat, seperti nomor telepon dokter keluarga, nomor telepon rumah sakit/klinik, nomor telepon apotek terdekat dan lain sebagainya.
Semoga bermanfaat 🙂

Mengusir Kecoak

image

Bermasalah dengan kecoak? Banyak kecoak berkeliaran di rumah? Sudah menggunakan berbagai macam obat anti serangga namun hasilnya tidak maksimal? Sungguh menjengkelkan.
Beberapa tips berikut ini mungkin bisa berguna untuk mengusirnya.

1. Iris tipis beberapa lembar daun salam. Tebarkan di daerah yang sering dilewati kecoak. Biarkan daun itu sampai beberapa hari dan ganti bila sudah mengering.

2. Selain daun salam, kita juga bisa menggunakan daun lada kering yang diiris tipis, lalu disebar di area kecoak berkeliaran.

3. Letakkan beberapa biji bunga lavender dalam cawan atau botol kaca. Cukup efektif mengusir kecoak yang berkeliaran dalam ruangan.

4. Sepiring kecil melati dan garam, selain mengharumkan ruangan, bermanfaat juga untuk mengenyahkan kecoak.

5. Masukkan minyak tanah dalam kaleng yang tutupnya dibiarkan terbuka. Letakkan di sudut-sudut ruangan yang aman dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan. Kecoak yang anti bau minyak tanah tak akan singgah ke ruangan tersebut.

Semoga bermanfaat 🙂

Merawat Sepatu Kanvas

image

Penyuka sepatu kanvas seperti saya? Sudah merawat koleksi dengan baik dan benar? Kalau saya belum, sih… *blushing*
Tapi ada baiknya kita simak beberapa tips merawat sepatu kanvas.

1. Bersihkan sepatu dengan sikat sepatu sehabis digunakan. Ini akan membuat warna sepatu tetap awet, karena tidak tertutup debu dan kotoran yang menumpuk.

2. Bila sepatu sangat kotor seperti terkena lumpur, biarkan hingga mengering. Setelah kering, lepas kotoran dari sepatu. Kemudian cuci sepatu dengan menggunakan cairan pembersih sepatu. Atau bisa juga menggunakan sabun cair yang lembut. Keringkan dengan kain bersih, lalu angin-anginkan. Jangan dijemur di tempat yang terkena sinar matahari langsung, karena bisa memudarkan warna.

3. Simpan sepatu kanvas di tempat kering. Kendurkan talinya. Masukkan kertas koran yang digumpalkan ke dalam sepatu. Gunanya, selain agar bentuk sepatu tidak berubah, kertas koran bisa menyerap bau tak sedap yang menguar dari dalam sepatu.

4. Jangan menyimpan kaos kaki di dalam sepatu. Akan menyuburkan bakteri, juga berpotensi menimbulkan bau tak sedap.

Bagaimana? Mudah, kan?
Semoga berguna 🙂