Sunting Menyunting

image

Bahasa kerennya ‘ngedit‘ 🙂
Mungkin ini sudah terlalu membosankan bagi yang suka menulis. Tapi menyunting atau mengedit tulisan kita sendiri hukumnya wajib. Bisa jadi sudah banyak yang memberikan tips tentang sunting menyunting, tapi saya ingin berbagi pengalaman di sini. Berikut detilnya:

1. Jangan pernah menyunting atau mengedit saat tulisan belum benar-benar selesai. JANGAN. Bila ini dilanggar, yang terjadi adalah tulisan kita tidak akan pernah selesai. Silakan coba kalau tidak percaya.

2. Setelah tulisan benar-benar selesai, ada baiknya tidak langsung disunting atau diedit. Endapkan dulu dalam beberapa saat, bisa hari atau bahkan minggu, tergantung panjang dan kompleksnya tulisan. Gunanya, mengistirahatkan pikiran dan perasaan kita setelah menulis. Setelah segar kembali, baru kita mulai proses menyunting.

3. Pastikan kita punya dasar atau acuan dalam menyunting. Seperti Kamus Besar Bahasa Indonesia, aturan baku EYD, buku dan sumber yang menunjang tulisan kita, dll. 

4. Jika dirasa tidak sesuai, jangan ragu untuk menulis ulang. Misal, dalam tulisan fiksi, kita menulis cerita yang menguras emosi. Jika emosi yang diinginkan tidak terasa dalam tulisan, ada baiknya ditulis ulang, mungkin hanya di bagian tertentu, sampai emosi yang diinginkan muncul.

4. Proses menyunting atau mengedit bisa jadi adalah proses terpanjang dan terlama dalam menulis. Kita tidak hanya melakukannya sekali, tapi berkali-kali. Oleh karenanya, lakukan saat pikiran dan perasaan kita sedang baik dan segar.

5. Takut tidak obyektif? Mintalah bantuan pihak lain. Minimal untuk proofreading. Kadang ada detil yang terlewat oleh kita, kan? 

Bagaimana? Sudah siap menyunting tulisan?
Semoga bermanfaat 🙂

Ustaz, Ustad atau Ustadz?

image

Bulan Ramadan baru bergulir beberapa hari. Namun tausiah yang kita dapat bisa jadi sudah tak terhitung jumlahnya. Media cetak, elektronik dan online, telah menjembatani. Masjid, pengajian, pun obrolan santai tak luput dari penyebaran ajaran-ajaran baik. Tak melulu dari seorang ustaz dan atau ustazah.
Sebentar, tunggu dulu.
Mana yang benar?
Ustaz, Ustad atau Ustadz?
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia:

Us-taz adalah 1 guru agama atau guru besar (laki-laki); 2 tuan (sebutan atau sapaan).

Nah, sekarang sudah tahu, kan?

Merawat Tas Kulit

image

Awet. Kata yang sering terlintas bila kita ditanya kenapa memilih tas kulit, selain suka model, warna dan lain sebagainya. Tapi, merawatnya bukan perkara mudah, apalagi jika tas tersebut berbahan kulit asli bukan sintetis. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam merawat tas kulit asli.

1. Gunakan kain mikrofiber untuk membersihkan. Kain mikrofiber biasanya digunakan untuk membersihkan kacamata. Jenis kain yang paling cocok digunakan untuk membersihkan tas kulit asli. Jangan menggunakan tissue, seratnya akan tertinggal dan menutupi pori tas.

2. Jangan sampai basah. Tas kulit asli jangan sampai terkena air atau minyak. Bila sampai terjadi, lekas keringkan lalu diangin-anginkan. Jangan dijemur dibawah sinar matahari langsung, karena dapat memudarkan warna pun mengubah bentuk.

3. Membersihkan kotoran. Gunakan baking soda untuk menghilangkan kotorannya. Sekali lagi, jangan menggunakan air, minyak atau bahan-bahan yang terbuat dari dua jenis cairan tersebut. Bila kesulitan, bisa menghubungi tempat yang menawarkan jasa perawatan barang berbahan kulit asli.

4. Simpan tas kulit asli dalam keadaan sempurna. Jangan dilipat dan ditumpuk. Isilah tas dengan kain atau remasan kertas koran agar tas tidak berubah bentuk. Tali tas jangan sampai terlipat. Masukkan tas dalam kantong kain penyimpan, beri sillica gel untuk menjaga kelembabannya.

Semoga berguna 🙂

Kotak P3K

image

Orang bilang ‘sedia payung sebelum hujan’. Salah satunya, menyediakan kotak P3K (pertolongan pertama pada kecelakaan). Umumnya, orang mengenal kotak P3K berisi obat & perlengkapan yang dibutuhkan bila kita terluka. Tapi, apakah hanya itu? Tentu tidak.
Mari kita ketahui obat dan perlengkapan yang seharusnya ada dalam kotak P3K.

1. Arang aktif/norit untuk kasus-kasus keracunan makanan dan minunan.
2. Pereda nyeri (aspirin, ibuprofen, dll).
3. Antasida untuk meredakan nyeri lambung.
4. Antihistamin (krim) untuk mengatasi alergi.
5. Diphenhydramine (oral) untuk mengatasi alergi.
6. Hidrokotison (krim) untuk peradangan.
7. Perlengkapan yang dibutuhkan bila terluka, seperti larutan yodium, perban, kapas, plester, larutan pencuci/pembersih luka, gunting kecil dan lain-lain.
8. Obat-obatan pribadi yang tidak tercantum di atas, seperti obat yang berhubungan dengan kondisi kesehatan tubuh (asma, jantung, tekanan darah tinggi, dll), minyak gosok/angin dan lain sebagainya.

Selain yang tersebut di atas bisa dilengkapi kemudian, seperti obat batuk, obat flu, penambah darah dan lain-lain.
Ada baiknya kotak P3K dilengkapi juga dengan nomor darurat, seperti nomor telepon dokter keluarga, nomor telepon rumah sakit/klinik, nomor telepon apotek terdekat dan lain sebagainya.
Semoga bermanfaat 🙂

Mengusir Kecoak

image

Bermasalah dengan kecoak? Banyak kecoak berkeliaran di rumah? Sudah menggunakan berbagai macam obat anti serangga namun hasilnya tidak maksimal? Sungguh menjengkelkan.
Beberapa tips berikut ini mungkin bisa berguna untuk mengusirnya.

1. Iris tipis beberapa lembar daun salam. Tebarkan di daerah yang sering dilewati kecoak. Biarkan daun itu sampai beberapa hari dan ganti bila sudah mengering.

2. Selain daun salam, kita juga bisa menggunakan daun lada kering yang diiris tipis, lalu disebar di area kecoak berkeliaran.

3. Letakkan beberapa biji bunga lavender dalam cawan atau botol kaca. Cukup efektif mengusir kecoak yang berkeliaran dalam ruangan.

4. Sepiring kecil melati dan garam, selain mengharumkan ruangan, bermanfaat juga untuk mengenyahkan kecoak.

5. Masukkan minyak tanah dalam kaleng yang tutupnya dibiarkan terbuka. Letakkan di sudut-sudut ruangan yang aman dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan. Kecoak yang anti bau minyak tanah tak akan singgah ke ruangan tersebut.

Semoga bermanfaat 🙂

Ramadan atau Ramadhan?

image

Hallo…
Sudah makan sahur? Sudah shalat subuh? Ada yang terlambat bangun? Jangan lupa, hari ini hari pertama bulan Ramadan.
Eh, tunggu dulu. Mana yang benar, Ramadan atau Ramadhan?
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia:
Ramadan adalah bulan ke-9 tahun Hijriah (29 atau 30 hari), pada bulan ini orang Islam diwajibkan berpuasa.
Nah, jadi jangan keliru lagi.
Selamat menjalankan ibadah puasa Ramadan bagi saudara muslimin di seluruh dunia 🙂

Carut marut atau Karut marut?

image

Sering kita dengar istilah carut marut dan karut marut. Sebenarnya, manakah yang benar di antara keduanya?
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, masing-masing memiliki arti.

Carut marut adalah segala coreng-moreng (bekas goresan); goresan yg tidak keruan arahnya.
Contoh: Tangannya carut marut bekas cakaran kucing.

Karut marut adalah kusut (kacau) tidak keruan; rusuh dan bingung (tt pikiran, hati, dsb); banyak bohong dan dustanya (tt perkataan dsb).
Contoh: Masalahnya semakin karut marut setelah banyak pihak yang mengintervensi.

Jadi, keduanya dapat digunakan, tergantung konteksnya.
Semoga bermanfaat 🙂